Aswajanews — Suasana ngabuburit di bulan Ramadan di Kabupaten Ponorogo semakin semarak. Salah satu titik yang menjadi magnet warga untuk menunggu waktu berbuka puasa adalah Jalan Pramuka. Setiap sore, ruas jalan ini berubah menjadi sentra dadakan penjualan aneka jajanan takjil.
Sejak pukul 15.30 WIB, para pedagang mulai berjajar di sisi jalan. Mereka menawarkan beragam menu berbuka, mulai dari kolak pisang, es buah, es dawet, aneka gorengan, hingga lauk siap santap seperti ayam bakar dan sate. Aroma makanan yang menggoda membuat pengendara kerap memperlambat laju kendaraan untuk sekadar melihat-lihat dagangan.
Menjelang azan magrib, keramaian semakin terasa. Warga dari berbagai wilayah di Ponorogo datang bersama keluarga maupun teman. Sebagian besar memilih membeli takjil untuk dibawa pulang, sementara lainnya menikmati suasana sore dengan berjalan kaki menyusuri lapak pedagang.
Salah satu pembeli, Rina, 32, mengaku hampir setiap Ramadan menyempatkan diri berburu takjil di kawasan tersebut. Menurutnya, pilihan menu di Jalan Pramuka lebih lengkap dan harga yang ditawarkan relatif terjangkau.
“Setiap hari pasti beda-beda. Kadang cari es, kadang cari gorengan atau lauk buat buka. Di sini lengkap, jadi tidak perlu jauh-jauh,” ujarnya.
Tak hanya pembeli, para pedagang juga merasakan berkah Ramadan. Omzet mereka disebut meningkat dibandingkan hari biasa. Dalam sehari, sejumlah pedagang mengaku bisa meraup ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dagangan.
Meski ramai, arus lalu lintas di Jalan Pramuka tetap terpantau lancar. Pengendara diminta berhati-hati karena banyak warga yang menyeberang jalan untuk membeli takjil.
Fenomena menjamurnya jajanan takjil di Jalan Pramuka menjadi gambaran semaraknya Ramadan di Ponorogo. Selain menjadi ajang berburu hidangan berbuka, kawasan ini juga menjadi ruang silaturahmi warga yang memanfaatkan waktu sore untuk berkumpul sebelum azan magrib berkumandang.





