HAKIKAT RAMADHAN DAN TUJUAN PUASA

Oleh: Dr. Agus Setyawan, S.Th.I.,  M.S.I (Dosen Filsafat Islam UIN Ponorogo dan Ketua PC ISNU Ponorogo)

*********

TAFSIR QS. AL-BAQARAH: 183

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Seruan:

  • Bentuk nida’ (panggilan) dengan struktur يَا أَيُّهَاyā ayyuhā” menunjukkan panggilan yang agung dan penuh perhatian.
  • Allah tidak memanggil dengan “wahai manusia”, tetapi “wahai orang-orang yang beriman”, ini menunjukkan bahwa puasa adalah konsekuensi logis dari iman.
  • Dalam ilmu balāghah, ini disebut tasyrīf (pemuliaan), karena identitas keimanan didahulukan sebelum beban kewajiban.

Secara psikologis, ayat ini membangun kesiapan spiritual sebelum menetapkan hukum.

Kata  كُتِبَ (kutiba)

  • Secara bahasa berarti “dituliskan” atau “ditetapkan”.
  • Menggunakan bentuk fi‘il māḍī pasif (majhūl). Tidak disebutkan subjek secara eksplisit, tetapi dipahami bahwa Allah-lah yang menetapkan.
  • Dalam balāghah, bentuk pasif memberi kesan ketegasan dan kepastian hukum, bukan sekadar anjuran.

Kata ini juga digunakan dalam konteks hukum lain seperti kewajiban qishāsh dan jihad. Maka, puasa adalah kewajiban normatif yang kokoh.

Kata الصِّيَامُ (ash-shiyām)

  • Berasal dari akar kata yang berarti “menahan diri”.
  • Secara makna lughawi: imsak (menahan).
  • Pemilihan kata “shiyām” (bukan hanya “imsāk”) menunjukkan makna ibadah yang terstruktur, bukan sekadar lapar.

Dalam retorika Qur’ani, penggunaan isim ma‘rifah (dengan alif-lam) menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah puasa yang telah dikenal dalam syariat, bukan sembarang menahan diri.

Frasa كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ “kama kutiba ‘alalladzina min qoblikum”

  • Mengandung unsur tasliyah (penghiburan psikologis).
  • Memberikan pesan bahwa kewajiban ini bukan beban eksklusif umat Islam.
  • Dalam balāghah, ini berfungsi sebagai takhfīf nafsī (meringankan beban mental).

Artinya: umat terdahulu mampu melaksanakannya, maka umat Muhammad pun mampu.

Frasa Tujuan: لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “la’al lakum tattaqun”

Ini adalah inti ayat.

  • “la’ala” dalam bahasa Arab biasa berarti “semoga” atau “agar”.
  • Dalam konteks Allah, bukan berarti harapan yang tidak pasti, tetapi menunjukkan tujuan dan hikmah syariat.

Kata “tattaqun” berasal dari akar “waqo – yaqiyyu” yang berarti menjaga atau melindungi diri.

Makna balāghahnya:

  • Taqwa adalah kondisi protektif — membangun “perisai” spiritual.
  • Bentuk fi‘il mudhāri‘ (kata kerja sekarang/akan datang) menunjukkan proses berkelanjutan, bukan status instan.

Artinya, puasa bukan sekadar menghasilkan takwa, tetapi membentuk proses menuju takwa secara gradual.

Ayat ini mengandung tiga pesan fundamental:

Pertama, puasa adalah syariat lintas sejarah. Frasa “kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum” menunjukkan bahwa puasa bukan hanya ritual umat Islam, tetapi juga terdapat dalam tradisi umat-umat sebelumnya. Artinya, puasa adalah metode ilahiah universal dalam membentuk kualitas ruhani manusia.

Kedua, puasa bersifat taklīf (kewajiban normatif). Kata “kutiba” dalam disiplin tafsir berarti difardukan secara tegas, bukan pilihan sukarela.

Ketiga, tujuan utama puasa adalah “la‘allakum tattaqūn” — agar kamu bertakwa. Inilah maqāshid (tujuan substansial) dari ibadah puasa.

Dengan demikian, Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan, tetapi proses pembentukan karakter takwa.

KONSEP TAQWA MENURUT AL-GHAZALI

Dalam karya monumentalnya, Ihya Ulum al-Din, Al-Ghazali menjelaskan bahwa taqwa bukan hanya takut kepada Allah, tetapi menjaga diri dari segala sesuatu yang menjauhkan hati dari-Nya.

Menurut Al-Ghazali, puasa memiliki tiga tingkatan:

  1. Puasa orang awam – menahan makan, minum, dan syahwat.
  2. Puasa orang khusus – menjaga pancaindra dari dosa (mata, lisan, telinga, tangan).
  3. Puasa orang paling khusus (khawāsh al-khawāsh) – menjaga hati dari selain Allah, memurnikan niat, dan mengosongkan diri dari selain-Nya.

Dari perspektif ini, taqwa adalah kondisi batin yang lahir dari disiplin diri. Puasa menjadi riyādhah an-nafs (latihan jiwa) untuk mengendalikan hawa nafsu. Ketika seseorang mampu menahan yang halal demi perintah Allah, maka ia akan lebih mudah meninggalkan yang haram.

PUASA SEBAGAI PENDIDIKAN SPIRITUAL DAN SOSIAL

A. Pendidikan Spiritual

Puasa mendidik manusia dalam beberapa aspek:

  • Kesadaran muraqabah (merasa diawasi Allah).
  • Keikhlasan, karena puasa adalah ibadah paling tersembunyi.
  • Pengendalian diri (self-regulation).
  • Empati eksistensial, merasakan keterbatasan diri sebagai makhluk.

Secara spiritual, puasa melemahkan dominasi jasad dan menguatkan dimensi ruhani.

B. Pendidikan Sosial

Ramadhan juga memiliki dimensi sosial yang kuat:

  1. Solidaritas sosial – rasa lapar membangun empati kepada fakir miskin.
  2. Distribusi ekonomi – zakat, infak, dan sedekah meningkat signifikan.
  3. Rekonsiliasi sosial – tradisi saling memaafkan memperkuat kohesi komunitas.
  4. Disiplin kolektif – umat berlatih keteraturan waktu (imsak, iftar, tarawih).

Puasa membentuk kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial. Inilah integrasi antara dimensi vertikal (ḥablum minallāh) dan horizontal (ḥablum minannās).

Penutup

Hakikat Ramadhan bukanlah sekadar ritual tahunan, tetapi madrasah pembentukan manusia bertakwa. QS. Al-Baqarah: 183 menegaskan tujuan puasa adalah takwa; Al-Ghazali menjelaskan bahwa takwa adalah pengendalian diri dan penjagaan hati; dan secara sosial, puasa membangun solidaritas dan keadilan.

Maka pertanyaannya bukan hanya:
Apakah kita berpuasa?

Tetapi:
Apakah puasa kita telah mendidik jiwa, menundukkan ego, dan menumbuhkan kepedulian sosial?

Semoga Ramadhan menjadi transformasi, bukan sekadar tradisi.

Wallohul muwafik illa aqwamithoriq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D