Aswajanews, Ponorogo – Alun-Alun Ponorogo menjadi salah satu titik pusat kegiatan masyarakat saat bulan Ramadan tiba. Setiap sore, kawasan ini selalu dipadati warga dari berbagai kalangan yang ingin menikmati suasana menjelang waktu berbuka puasa.
Tradisi ngabuburit terasa begitu hidup, berpadu dengan aktivitas berburu takjil yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima di sekeliling alun-alun. Beragam pilihan makanan dan minuman khas Ramadan tersedia, mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga makanan tradisional yang menggugah selera.
Selain menjadi pusat kuliner sementara, Alun-Alun Ponorogo juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mempertemukan masyarakat. Pengunjung dapat menikmati senja dengan berjalan santai mengelilingi area alun-alun, menyaksikan hiburan jalanan, atau duduk bersantai di bangku-bangku yang tersedia sambil bercengkerama bersama keluarga dan teman. Anak-anak tampak bermain riang, sementara orang dewasa menikmati suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Ketika azan Magrib mulai berkumandang, suasana alun-alun berubah menjadi lebih tenang dan khusyuk. Aktivitas perlahan berhenti, dan sebagian pengunjung bersiap menyantap hidangan berbuka puasa. Bagi yang ingin menunaikan ibadah, lokasi alun-alun yang berdekatan dengan Masjid Agung Ponorogo memberikan kemudahan. Jamaah dapat langsung menuju masjid untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah.
Dengan fungsi yang beragam—sebagai ruang rekreasi, pusat ekonomi musiman, sekaligus sentra kegiatan keagamaan—Alun-Alun Ponorogo menjadi simbol kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadan.





