AswajaNews – Sebanyak 98 ribu lebih guru madrasah bersiap menghadapi tahapan krusial dalam proses sertifikasi profesi tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian Agama mematangkan pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Batch 4 bagi peserta PPG Dalam Jabatan sebagai bagian dari upaya menjaga mutu dan profesionalisme tenaga pendidik.
Kementerian Agama mencatat sedikitnya 98 ribu guru binaannya telah dinyatakan memenuhi syarat (eligible) mengikuti UKMPPG tahun ini. Kesiapan teknis pelaksanaan ujian dibahas dalam rapat koordinasi nasional yang digelar di Jakarta pada 11 Februari 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa UKMPPG tidak boleh dipandang sekadar sebagai tahapan administratif.
“PPG bukan hanya soal kuota dan kelulusan. Ini tentang membangun ekosistem pendidikan guru yang sehat dan berkelanjutan. UKMPPG harus menjadi standar mutu yang kredibel,” tegasnya.
Ia meminta seluruh Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) memastikan proses akademik dan tata kelola ujian berjalan akurat, transparan, serta menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, guru yang dinyatakan lulus harus benar-benar memiliki kapasitas akademik dan kompetensi yang teruji secara objektif.
Digitalisasi pembelajaran juga menjadi sorotan. Kampus penyelenggara diminta tidak berhenti pada konsep “smart campus”, tetapi benar-benar mengoptimalkan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Meski sebagian besar proses PPG dilakukan secara daring, sesi tutorial sinkron bersama dosen tetap dianggap penting guna menjaga kualitas interaksi dan pendampingan akademik.
Sebagai koordinator pelaksana, UIN Bandung melaporkan jumlah peserta PPG Batch 4 yang memenuhi syarat mencapai 98.036 orang. Dari total tersebut, 98.005 peserta telah terinput dalam sistem. Sementara itu, data peserta penyandang disabilitas yang berjumlah sementara 109 orang masih dalam tahap finalisasi.
Pelaksanaan UKMPPG kali ini melibatkan ribuan personel. Tercatat 2.454 pengawas dan 30 penyelia akan diterjunkan, dengan total keseluruhan 5.008 orang terlibat dalam penyelenggaraan ujian. Selain itu, seleksi penguji telah rampung dengan 556 penguji dinyatakan lolos dan siap bertugas, sementara 96 lainnya belum memenuhi standar.
“Seluruh proses seleksi penguji dilakukan ketat untuk memastikan kualitas penilaian terjaga,” ujar Fakry Hamdani, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan UIN Bandung.
Ujian terdekat dijadwalkan berlangsung dalam lima sesi selama bulan Ramadan. Tambahan jadwal juga disiapkan pada 21–22 Februari, dengan proses penilaian berlangsung hingga awal Maret 2026. Penjadwalan ini dirancang agar pelaksanaan tetap efektif tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah peserta.
UKMPPG menjadi bagian dari strategi percepatan penyelesaian sertifikasi bagi lebih dari 400 ribu guru madrasah yang masih dalam proses PPG. Pemerintah menargetkan penuntasan dalam dua hingga tiga tahun mendatang, dengan pelaksanaan tahun 2026 dijadikan tolok ukur keberlanjutan program, khususnya dalam menjaga konsistensi mutu dan layanan akademik.
Kementerian Agama juga memastikan bahwa skema PPG Madrasah tetap dibiayai pemerintah dan belum membuka jalur mandiri, guna menjamin pemerataan kesempatan sekaligus mempertahankan standar mutu nasional.***





