Musker III MWCNU Bungkal 2026 Tekankan Penguatan Organisasi dan Sinergi Program

Aswajanews, Bungkal – 14 Februari 2026
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungkal menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker) III Tahun 2026 di Kantor Terpadu MWCNU Bungkal, Desa Kalisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari amanah organisasi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama (Perkum NU) Nomor 9 Tahun 2022, yang mengatur bahwa Musker MWCNU dilaksanakan minimal tiga kali dalam satu masa khidmat kepengurusan.

Sekretaris MWCNU Bungkal, Jemarin AR, menyampaikan bahwa Musker III menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan program kerja MWCNU bersama lembaga dan badan otonom NU.
“Musker ini adalah amanah jam’iyah yang wajib dilaksanakan.

Selain evaluasi, juga menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi antarstruktur NU di tingkat kecamatan,” ujarnya. Musker diikuti oleh sekitar 73 pengurus MWCNU, 16 lembaga, 7 pimpinan Banom, serta 19 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Bungkal.

Turut hadir perwakilan Muslimat NU, Fatayat NU, PAC GP Ansor, PAC IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, serta jajaran Syuriyah dan Mustasyar MWCNU Bungkal.

Ketua MWCNU Bungkal, Lukmanul Hadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musker III mengusung tema “Sinergitas Program dalam Mewujudkan Kemandirian Jamaah dan Jam’iyah Menuju Abad ke-2 NU.” Tema tersebut dipilih sebagai respon atas tantangan organisasi NU di era abad kedua.

Ia menekankan pentingnya meneladani perjuangan Hadratussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU, terutama dalam membangun fondasi jam’iyah yang kuat dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

“Musker ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan dan manajemen organisasi. Dari program 16 lembaga dan 7 Banom, kita perlu menentukan skala prioritas agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lukmanul Hadi juga mengingatkan agar lembaga dan Banom NU tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun kolaborasi dan sinergi demi tercapainya tujuan organisasi secara maksimal.

“Kita berharap melalui Musker ini terbangun sinergi yang solid antara MWCNU, jamaah, dan jam’iyah, sehingga NU benar-benar hadir memberi manfaat bagi umat,” tambahnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Bungkal, Drs. K. Qomari, saat ditemui Aswajanews disela-sela acara, menyampaikan harapan tentang pentingnya memahami NU sebagai organisasi perjuangan.

Ia mengutip tiga pesan ulama kharismatik KH. Ali Maksum terkait khidmat di NU, yakni memahami hakikat NU, memahami arah perjuangan NU, serta bersabar dalam mengabdi. “Berjuang di NU harus dilandasi keikhlasan dan kesabaran.

Perbedaan karakter pengurus adalah keniscayaan, namun semuanya disatukan oleh cinta kepada NU,” tuturnya.

Menurutnya, NU adalah pesantren besar, sehingga seluruh pengurus dan warga NU hakikatnya adalah santri Hadratussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

“Semoga kita semua diberi keikhlasan dalam berkhidmat, memperoleh barokah para Mu’assis NU, dan syafaat Rasulullah SAW,” pungkasnya.
***(ady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D