Aswajanews – PONOROGO, Karanglolor – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Karanglolor menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan berupa istighotsah dan pengajian umum di Mushola Darul Huda, kediaman Ketua PRNU KH. Sujono, Sabtu malam Ahad (7/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sekitar 130 jamaah dari perwakilan masjid dan mushola se-Desa Karanglolor.
Acara dipandu langsung oleh KH. Sujono dan diawali dengan pembacaan istighotsah serta Surah Yasin yang dipimpin Rais Syuriah KH. Muhroji. Lantunan doa dan dzikir bersama menghadirkan suasana religius yang mempererat ukhuwah warga dalam menyongsong bulan penuh berkah.
Turut hadir Kepala Desa Karanglolor, Samuri, beserta perangkat desa. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan tradisi keagamaan Nahdliyin yang terus terjaga. Ia juga mengajak masyarakat mempersiapkan diri secara lahiriah melalui kerja bakti membersihkan makam leluhur.
“Sebagai persiapan menyambut puasa, mari besok pagi kita kerja bakti membersihkan makam. Ini bentuk bakti kepada leluhur sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa,” ujarnya.
Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh KH. Hadi Solikin, ulama asal Semanding, Kauman, Ponorogo. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa majelis dzikir, istighotsah, dan pengajian merupakan “taman surga” yang menjadi sarana menata spiritualitas dan mempererat hubungan sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya menyambut Ramadhan dengan rasa gembira.
“Barang siapa senang dengan datangnya Ramadhan, maka Allah jauhkan jasadnya dari api neraka,” tuturnya. Selain motivasi spiritual, KH. Hadi Solikin memberikan bimbingan fikih praktis kepada para imam, bilal, dan pengurus masjid. Ia menekankan pentingnya menjaga tumakninah serta kefasihan bacaan rukun qauli dalam shalat tarawih. Para bilal dan pembaca Al-Qur’an juga didorong untuk meningkatkan semangat, mengingat pahala tilawah di bulan Ramadhan dilipatgandakan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama memohon keberkahan dan kesehatan agar dapat menjalani bulan Rajab, Sya’ban, hingga Ramadhan dengan baik. Melalui agenda ini, warga Karanglolor tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual, tetapi juga secara sosial melalui kerja bakti desa, menandai sinergi ulama dan umaro dalam menyambut Ramadhan yang penuh keberkahan. (arw)





