Aswajanrws – Cahaya matahari Sabtu pagi, 24 Januari 2026 di Jalan Sultan Agung Ponorogo seolah kalah terang dengan binar antusiasme ratusan anak-anak yang memadati lapangan futsal SD Maarif NU Ponorogo. Hari itu, Sekolah Dasar ini bertransformasi menjadi panggung untuk calon Juara bagi para calon pemimpin masa depan melalui perhelatan akbar bertajuk “SD Maarif NU Bertabur Bintang”.
Bukan sekadar kompetisi biasa, event ini menjadi momentum penting untuk menggali potensi sejak dini. Sebuah langkah konkret dari SD Maarif NU Ponorogo dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, baik dari sisi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Magnet Bagi 200 Bintang Muda
Sejak pukul 07.00 WIB, suasana sudah tampak semarak. Tercatat sebanyak 200 peserta yang merupakan utusan terbaik dari berbagai TK, RA, dan BA se-Kecamatan Kota Ponorogo dan sekitarnya hadir dengan kostum kebanggaan mereka.

Lomba yang disajikan pun sangat variatif, mencakup berbagai aspek kecerdasan:
1.Futsal: Menjadi magnet bagi para pecinta olahraga untuk menunjukkan kerja sama tim dan sportivitas.
2. Berhitung Ceria: Mengubah stigma matematika yang “menakutkan” menjadi permainan logika yang seru dan penuh tawa.
3.Hafalan Surat Pendek: Sebagai fondasi spiritual, kategori ini memperlihatkan kefasihan dan keteguhan hati para generasi Qur’ani.
4.Menggambar: Ruang di mana imajinasi dituangkan dalam goresan warna di atas kertas, merefleksikan dunia anak yang penuh warna.
Rangkaian acara diawali dengan laporan dari Muhammad Hanafi selaku perwakilan panitia. Dalam prakatanya, beliau menyampaikan bahwa persiapan matang telah dilakukan demi memberikan pengalaman berkompetisi yang berkesan bagi anak-anak.
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris LP Ma’arif NU Ponorogo, Bapak Imron Ahmadi, S.Ag. Dalam sambutannya yang inspiratif, beliau menekankan bahwa setiap anak lahir dengan keunikannya masing-masing.
“Anak-anak kita adalah bintang yang sedang belajar bersinar. Tugas kita sebagai pendidik dan orang tua adalah menyediakan ‘langit’ yang tepat agar cahaya mereka terpancar maksimal,” ujar beliau yang disambut tepuk tangan meriah.

Beliau juga memberikan suntikan motivasi bagi para peserta agar tetap percaya diri dan menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar, bukan sekadar mengejar piala.
Kepala SD Maarif NU Ponorogo tidak ketinggalan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para wali murid dan guru pendamping. Beliau menegaskan bahwa keberanian anak-anak untuk berdiri di panggung kompetisi adalah langkah besar menuju kedewasaan.
“Kami ingin SD Maarif NU Ponorogo menjadi rumah kedua bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakat mereka. Event Bertabur Bintang ini adalah bukti komitmen kami dalam mengawal tumbuh kembang mutiara-mutiara bangsa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SD Maarif NU Ponorogo membuktikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter. Harapannya, dari lapangan futsal dan ruang-ruang kelas di Jalan Sultan Agung ini, akan lahir sosok-sosok hebat yang akan mengharumkan nama Ponorogo di masa depan. (iim)





