AswajaNews – Di tengah maraknya bisnis kuliner modern, sebuah kedai sederhana di Ponorogo justru mencuri perhatian karena menghadirkan Spaghetti Bolognese rumahan dengan harga super terjangkau.
Berlokasi di Jl. Pramuka No. 74, Ronowijayan, kedai ini menawarkan menu pasta homemade yang rasanya tak kalah dari restoran, namun ramah di kantong semua kalangan.
Ponorogo kembali menghadirkan kejutan dalam dunia kuliner. Sebuah kedai rumahan yang beroperasi setiap hari pukul 09.00 hingga 16.30 WIB menawarkan Spaghetti Bolognese dengan harga yang begitu terjangkau hanya Rp10.000 per porsi.
Meski murah, kualitasnya tidak dibuat seadanya. Saus Bolognese yang digunakan merupakan racikan homemade 100 persen, dibuat fresh setiap hari, sehingga menghasilkan rasa gurih dan aroma khas yang menggugah selera. Untuk pecinta keju, tersedia tambahan topping keju hanya dengan menambah Rp2.000 saja.
Keistimewaan lainnya terletak pada kematangan pasta yang selalu pas, tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras. Porsinya pun cukup banyak, sehingga menjadi pilihan favorit mahasiswa, pelajar, hingga pekerja yang mencari makanan cepat saji berkualitas namun tetap hemat.
Karena permintaan yang cukup tinggi, kedai ini memberlakukan sistem pemesanan maksimal H-1 untuk memastikan seluruh pesanan disajikan dalam kondisi terbaik dan tetap hangat saat diantar maupun diambil.
Kedai ini tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menawarkan pengalaman makan pasta rumahan dengan nuansa hangat khas masakan keluarga. Meskipun tampil sederhana, kualitas rasa dan konsistensinya membuat banyak pelanggan kembali lagi. Lokasinya yang mudah dijangkau di kawasan Ronowijayan juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi para penikmat kuliner.
Dengan harga ramah di kantong, rasa yang autentik, serta pelayanan yang mengutamakan kualitas homemade, Spaghetti Bolognese di Jl. Pramuka No. 74 ini layak menjadi salah satu destinasi kuliner pilihan di Ponorogo. Kedai ini membuktikan bahwa makanan lezat tidak harus mahal, dan masakan rumahan pun bisa bersaing di tengah ketatnya persaingan industri kuliner modern.*** (Fauza)





