AswajaNews – Tak hanya Malioboro dan Tugu Yogyakarta, wisatawan kini semakin banyak meluangkan waktu untuk mampir ke Benteng Vredeburg, destinasi wisata ikonik yang menawarkan pengalaman berwisata sejarah dengan nuansa estetik dan suasana klasik di tengah kota.
Benteng Vredeburg Yogyakarta menjadi salah satu magnet wisata utama yang berada di kawasan paling ramai dikunjungi wisatawan, yaitu ujung selatan Jalan Malioboro. Bangunan kolonial bergaya Eropa dengan dinding tebal dan halaman luas ini bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga destinasi wisata yang memadukan unsur edukasi, seni, dan rekreasi dalam satu kawasan.
Bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta, mampir ke Benteng Vredeburg seolah menjadi agenda wajib. Begitu melangkah ke dalam, pengunjung akan disambut suasana asri dan bangunan klasik yang masih terjaga keasliannya.
Arsitekturnya yang megah dengan nuansa putih bersih dan jendela besar menjadi latar favorit untuk berfoto. Banyak wisatawan, khususnya kalangan muda, menjadikan area ini sebagai spot foto kekinian karena memiliki nuansa ala Eropa yang unik di tengah hiruk-pikuk Malioboro.
Tak hanya sekadar berfoto, Benteng Vredeburg juga menawarkan pengalaman wisata edukatif melalui koleksi museumnya yang tertata rapi. Di dalam area museum terdapat berbagai ruang diorama yang menampilkan perjalanan perjuangan bangsa Indonesia dari masa penjajahan hingga kemerdekaan.
Meski bernuansa sejarah, penyajiannya dibuat menarik dan modern, lengkap dengan miniatur, replika, hingga instalasi digital yang interaktif. Pengunjung, terutama pelajar dan keluarga, bisa belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan.
Selain itu, Benteng Vredeburg juga kerap menjadi lokasi digelarnya berbagai acara budaya dan seni. Dari pameran foto, festival musik, hingga pementasan teater, semuanya sering memanfaatkan halaman luas benteng ini sebagai panggung terbuka. Keindahan arsitektur kolonial berpadu dengan suasana seni menjadikan tempat ini punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan “Yogyakarta tempo dulu” dalam balutan modernitas.
Menariknya lagi, di area dalam benteng terdapat sejumlah ruang tematik yang didesain dengan konsep estetik. Ruang-ruang pameran menampilkan tata pencahayaan yang artistik dan atmosfer yang menenangkan.
Bagi wisatawan yang ingin bersantai, ada juga area taman dengan pepohonan rindang dan bangku-bangku kayu yang cocok untuk menikmati sore hari di tengah kota. Suasana ini membuat Benteng Vredeburg tidak hanya menjadi tempat wisata edukatif, tetapi juga lokasi healing yang tenang dan berkarakter.
Letaknya yang sangat strategis membuat tempat ini mudah diakses dari mana saja. Hanya sekitar delapan menit dari Stasiun Tugu, wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri Malioboro sambil menikmati suasana khas Yogyakarta.
Bagi para pemburu foto, setiap sudut Benteng Vredeburg seolah punya cerita tersendiri. Gerbang besar, jembatan kecil di depan benteng, hingga lorong-lorong tua yang kokoh menjadi latar favorit untuk berfoto. Banyak pasangan muda yang bahkan menjadikan lokasi ini sebagai tempat prewedding karena keindahan bangunannya yang klasik dan elegan.
Benteng Vredeburg bukan lagi sekadar saksi bisu sejarah, tetapi telah menjadi ikon wisata edukatif dan estetik di jantung Yogyakarta. Perpaduan antara nilai sejarah, arsitektur klasik, dan atmosfer modern menjadikannya tempat yang tak lekang oleh waktu.*** (Fauza)





