Aswajanews – Mengusung tema “Meneguhkan Persaudaraan, Melestarikan Pencak Silat, Mengabdi untuk Negeri”, GASMI Cabang Ponorogo Pusat Pondok Lirboyo menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-60 GASMI, pada Ahad, (11/01/26).
Selain peringatan Harlah GASMI, kegiatan tersebut juga untuk memperingati Harlah Pagar Nusa ke-40 dan menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi di tahun 2026.
Rangkaian Harlah ke-60 GASMI diawali dengan pembacaan Tahlil, Amaliyah Hirzul Jausan, Doa bersama, Pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai wujud syukur atas harlah ke-60 GASMI, dan sebagai puncak harlah diadakan Pencak Dor – Sabung Bebas secara lesehan.
Kegiatan yang dipusatkan di sekretariat GASMI Cabang Ponorogo Pondok Pesantren Al Bukhori Mangunan, diikuti jajaran pengurus DPC, rayon, ranting, pelatih, pesilat, serta warga dari berbagai di wilayah Ponorogo dan sekitarnya, seperti Pacitan dan Wonogiri.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat persaudaraan, mencerminkan nilai utama GASMI sebagai organisasi pencak silat yang menjunjung tinggi akhlak, persatuan, dan persaudaraan.
M. Taufan Ludfi, S.Pd.I, ketua DPC GASMI Ponorogo, dalam sambutannya menyampaikan, “Dengan harapan GASMI tetap kompak dan berfikir positive, semakin solid dalam mengemban amanah, dan tetap mengedepankan Akhlaqul Karimah. Jangan mudah terprovokasi dalam menyikapi informasi hoax atau yang belum tentu kebenarannya di medsos,” kata Gus Ludfi.
Dengan mengusung semangat kebersamaan dan pengabdian, GASMI Cabang Ponorogo berkomitmen melanjutkan perjuangan dan menjaga nilai-nilai luhur pencak silat yang telah diwariskan para muassis dan masyayikh perguruan GASMI.
Sebagai informasi, Peringatan Harlah GASMI merupakan program kerja (Proker) DPC GASMI Ponorogo sebagai wujud syukur dan meneladani perjuangan pendiri GASMI, Almaghfurllah KH. M. Abdullah Maksum Jahuri atau lebih dikenal dengan Gus Maksum Lirboyo.***
Reportase: A. Sofyan





