Aswajanews – Ahad malam Senin, 23 November 2025, pendopo Pondok Darur Rohmah Gandu Mlarak Ponorogo dipenuhi suasana hangat dan penuh antusias. Pada malam itu, para santri berkumpul untuk menyambut sosok tamu istimewa, Ning Khilma Anis Wahidah,penulis dan tokoh inspiratif yang dikenal luas melalui karya Hati Suhita. Kehadiran beliau memberikan warna baru bagi dunia literasi di lingkungan pesantren.
Acara dibuka dengan sambutan dari pimpinan Pondok Darur Rohmah Gandu, Gus Albab, yang menekankan pentingnya membangun budaya literasi di kalangan santri. Dalam sambutannya, Gus Albab menyampaikan bahwa membaca dan menulis adalah bagian dari tradisi keilmuan pesantren yang harus terus dirawat. Beliau berharap kehadiran Ning Khilma dapat menjadi pemantik semangat bagi para santri untuk lebih akrab dengan buku, mengasah kepekaan intelektual, dan melahirkan karya-karya yang membawa manfaat.
Gus Albab juga mengapresiasi kesediaan Ning Khilma untuk berbagi pengalaman dan ilmu, seraya menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan berbahasa, tetapi juga latihan untuk berpikir jernih, beradab, dan berkhidmah melalui kata.
Setelah sambutan, Ning Khilma tampil memberikan motivasi yang sangat menginspirasi. Dengan tutur lembut namun sarat makna, beliau mengajak para santri untuk mendekati literasi dengan hati—membaca dengan empati, menulis dengan kejujuran, serta menggali kekayaan batin yang telah ditanamkan oleh lingkungan pesantren.
Beliau membagikan pengalaman proses kreatifnya, bagaimana sebuah kisah dapat lahir dari kepekaan terhadap sekitar, dan bagaimana tulisan bisa menjadi jalan dakwah sekaligus sarana penyembuhan diri. Ning Khilma juga menekankan bahwa setiap santri memiliki cerita unik yang layak disuarakan, dan halaman pesantren adalah ladang subur bagi lahirnya penulis berkarakter kuat.
Para santri menyimak dengan penuh perhatian, banyak yang tampak terinspirasi untuk mulai menulis jurnal pribadi, mengembangkan cerpen, atau menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis lainnya. Dalam sesi tanya jawab, suasana semakin hidup ketika para santri berani berdialog langsung, meminta arahan, dan mendapat motivasi tambahan dari Ning Khilma.
Acara malam itu ditutup dengan harapan besar: semoga semangat literasi semakin tumbuh subur di Pondok Darur Rohmah Gandu. Dengan bimbingan para pengasuh dan dorongan tokoh-tokoh inspiratif seperti Ning Khilma, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam berkarya dan membawa pencerahan melalui tulisan.
Semoga dari pendopo yang sederhana ini memancar cahaya literasi yang menuntun para santri menuju masa depan yang penuh manfaat dan keberkahan.(iim)





